Senin, 06 Agustus 2012

SYAITAN MAKAN DENGAN TANGAN KIRI


Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzy meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
Jika salah seorang diantara kalian makan, hendaklah makan dengan tangan kanannya dan jika minum hendaklah minum dengan tangan kanannya, karena syetan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya”.

Ibnu Abdil Barr berkata, “Didalam hadits ini terkandung dalil bahwa syetan juga makan dan minum. Ada sebagian orang yang menakwilkan hadits ini berdasarkan makna kiasan, bahwa makan dengan tangan kiri adalah sesuatu yang disukai syetan dan dia menyerukannya, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits tentang warna merah yang menjadi hiasan syetan. Yang dimaksud warna merah disini ialah merah mulus. [1]

Membaca Bismillah Mampu Mengusir Syetan Agar Tidak Ikut Mencicipi Makanan Manusia
Abu Daud mentakhrij dari Hudzaifah, dia berkata, “Jika kami mendatangi jamuan makan bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, maka tak seorangpun diantara kami meletakkan tangannya (pada makanan) hingga beliau memulainya. Ketika kami sedang menghadiri jamuan makan bersama beliau, tiba-tiba muncul seorang arab badui, yang sepertinya dia buru-buru dan langsung menjulurkan tangannya ke makanan. Maka beliau Shallallahu’alaihi wa sallam memegang tangan orang itu. Kemudian datang seorang budak wanita yang sepertinya buru-buru dan langsung menjulurkan tangan ke makanan, maka beliau memegang tangan budak itu seraya bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِىِّ يَسْتَحِلُّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَجَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ يَسْتَحِلُّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ لَفِى يَدِى مَعَ أَيْدِيهِمَا

“Sesungguhnya syetan benar-benar menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah padanya, dan sesungguhnya ia datang bersama orang Arab Badui ini untuk menghalalkannya, maka aku menahan tangannya, dan ia datang bersama budak wanita ini untuk menghalalkannya, maka aku menahan tangannya. Demi yang diriku ada di Tangan-Nya, bahwa tangannya ada di tanganku bersama tangan kedua orang ini”. [2]
Abu Daud mentakhrij dari Umayyah bin Makhsyi dia berkata, ” Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sedang duduk, sementara di dekat beliau ada seorang laki-laki yang makan tanpa menyebut nama Allah. Ketika makannya tinggal satu suapan, maka dia mengucapkan ” Bismillahi awwalahu wa akhirahu “ sebelum memasukkannya ke mulut. Belaiu tersenyum lalu bersabda,
” Syetan senantiasa makan bersamanya, dan ketika dia menyebut Bismillah, maka syetan memuntahkan isi perutnya “.
At-Tirmidzy dan Al-Hakim mentakhrij dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam bersabda,
” Sesungguhnya syetan mendatangi seseorang di antara kalian dalam segala hal dari urusan, termasuk pula mendatangi makanannya. Jika ada satu suapan yang jatuh dari salah seorang di antara kalian, hendaklah dia membersihkan kotoran darinya kemudian hendaklah dia memakannya dan janganlah dia meninggalkannya bagi syetan “. [3]
Muslim dan Abu Daud mentakhrij dari Jabir, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
” Jika seseorang memasuki rumahnya lalu menyebut Bismillah ketika memasukinya dan ketika malam, maka syetan berkata (kepada rekan-rekannya), “Tidak ada tempat tinggal dan tidak ada makan malam bagi kalian”. Jika dia masuk tanpa menyebut Bismillah ketika masuk, maka syetan berkata, “Kalian mendapat tempat tinggal dan makan malam”.
Wallahu a’lam.


Footnote:
[1]. Yang dimaksud dengan hadits ini ialah, “Sesungguhnya syetan menyukai warna merah, maka jauhilah warna merah dan setiap pakaian untuk pamer”. (Hadits ini di takhrij Al-Hakim dari Rafi’ bin Yazid, tapi dha’if dan bathil)
[2]. Hadits ini juga di riwayatkan Muslim dan Al-Imam Ahmad.
[3]. Hadits ini juag di takhrij Muslim, Ibnu Majah, dan Al-Imam Ahmad

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

You can give only good comments to what interest you