Jumat, 11 Januari 2013

TUTORIAL MENCETAK (PRINTING) DENGAN PRINTER EPSON T13 BAGI PEMULA

Alfaqih Warsono



Gbr 1





Bagi Anda yang kebetulan akan mencetak data/dokumen menggunakan printer Epson T13, terutama bagi pemula mungkin memerlukan tutorial (penjelasan penggunaannya). Berikut Alfaqih sajikan, semoga bermanfaat.

1.   Pada lembar dokumen/data yang akan dicetak, Anda dapat membuka aplikasi printernya dengan meng-klik menu File-Print... atau menggunakan kunci pintas dengan menekan Ctrl+P pada keyboard, maka tampilan printing akan muncuk seperti gambar di atas (Gbr 1). Jika Anda mengklik ikon di standard Formating (di bagian atas window), maka printer akan mencetak secara otomatis (default printer) tanpa pengaturan yang Anda inginkan (tidak menggunakan tampilan seperti  gambar di atas). Pastikan nama printer menggunakan EPSON T13, jika dalam komputer Anda terinstal beberapa printer, pilih namanya melalui drop-down dari Name (lihat lingkaran No.1)

2.   Pada Print Range (lingkaran No. 2), jika Anda memilih All, maka komputer akan mencetak semua halaman dokumen/data. Jika Anda akan mencetak beberapa halaman saja, pilih Page(s), misalnya Pages : 5 to 9,  komputer akan mencetak halaman 5 sampai halaman 9.

3.   Pada bagian Print What (lingkaran No. 3), biarkan Active sheet(s) terpilih yang berarti bahwa yang akan dicetak adalah halaman dari setiap sheet aktif.

4.   Pada bagian Copies (lingkaran No. 4), masukkan jumlah halaman yang akan dicetak, misalnya Anda ankan mencetak halaman 5 sebanyak 3 lembar, maka masukkan angka 3 pada Number of copies.

5.         Jika Anda ingin melihat tampilan halaman yang akan dicetak sebelum dicetak, klik tab Preview (lingkaran No. 5), maka akan muncul tampilan Print preview, seperti 



Gbr. 2

catatan :
tab ZOOM (untuk memperbesar objek pada halaman)
tab PRINT (untuk menampilkan Printer seperti  Gbr. 1 di atas)
tab SETUP… (untuk menampilkan page setup/ setting halaman cetak)
tab MARGINS (untuk menampilkan dan menyunting margin)
tab (PAGE BREAK PREVIEW (menampilkan halaman Page Break)
tab BLOSE (untuk keluar dari tampilan PRINT PREVIEW)

6.         Jika Anda ingin menyunting setingan cetak, klik tab Properties… (lingkaran No. 6), maka komputer akan menampilkan Print Properties sebagai berikut:
 

Gbr 3

Jika Anda akan mencetak data, maka pada Quality Option gunakan pilihan kualitas Text saja, jika data disertai gambar maka pilih Text & Image, jika akan mencetak foto pilih Photo atau Best Photo.

Yang dianggap penting adalah bagian Paper Options, pada drop-down Size, tentukan jenis kertas yang akan digunakan, jika TIDAK diatur maka komputer akan menggunakan default-nya yaitu kertas ukuran A4, perhatikan gambar di bawah ini












Gbr 4

Jika Anda akan mencetak dengan ukuran kertas HVS, maka Anda harus memilih USER DEFINED untuk mengatur ukurannya.
  

 

Gbr 5

Catatan: kertas HVS berukuran 21,59 cm x 33 cm. Jika menggunakan Unit 0.01 cm, maka Anda harus mengatur pada Paper Width : 2159, dan pada Paper Height : 3300.
Jika Anda ingin halaman dicetak mulai dari halaman terakhir, maka pada Print Option pilih Reverse Order. Jika Anda ingin agar teks dicetak tidak menggunakan tinta berwarna tetapi warna Hitam-Putih, maka pilih Grayscale.

Pada Orientation menunjukkan orentasi halaman kertas yang akan dicetak, Portrait berarti kertas posisi tegak, dan Landscape berarti kertas posisi menyamping. Lalu klik OK

Jika Anda ingin membersihkan hardware Print Head (biasanya karena tampilan cetak tidak maksimal atau hasil cetak tidak jelas/kotor, maka Anda perlu melakaukan pemeliharaan printer dengan cara memilih tab Maintenance seperti  


 


Gbr 6

Pilih Head Cleaning untuk membersihkan head printer (bagian pencetak) yang kemungkinan tertutup tinta yang mulai mongering. Untuk mengetes hasil cetakan apakah masih belum maksimal atau sudah pilih Print Head Alignment. Untuk mengganti cartridge tinta, pilih Ink Cartridge Replacement. Jika kertas hasil cetak terlihat kotor, klik paper Guide Cleaning. Klik OK.

Jika dalam peng-copy-an halaman cetak, kertas ingin dicetak berurutan untuk tiap eksemplar copy-an, maka Anda harus membubuhkan tanda centang (v) pada Collate, misalnya Anda akan mencetak halaman 1-5 dengan collate sebanyak 2 copy, maka halaman akan dicetak dengan urutan halaman 1,2,3,4,5 (1 set) dan 1,2,3,4,5 (untuk set yang lain). Tapi jika Anda ingin halaman dicetak dengan urutan 1,1,2,2,3,3,4,4,5,5 maka harus mengosongkan kotak Collate
 





Gbr 7


7.   Jika sudah selesai Anda melakukan penyetingan pada Print Properties, Klik tab OK (lingkaran No. 8)

8.         Tampilan pencetakan (printing) ditampilkan sebagai berikut:



Gbr 8

9.   Jika tampilan di atas bermasalah, biasanya di printer akanm muncul lampu Resume (merah), silahkan ditekan tombol resume 2 kali sampai head print chamber (tempat cartridge) berada di posisi tengah, tekan bagian reset (bagian kecil putih di dekat cartridge). Lalu tekan 1 kali lagi tombol resume, lalu tekan tombol reset dan tekan lagi tombol resume sampai head print bergerak melakukan head cleaning (membersihkan head print). Setelah selesai lampu resume akan mati, dan printer siap mencetak kembali.

10. Jika Anda ingin membatalkan pencetakan yang sedang berlangsung, maka Anda perlu membuka tampilan status printing dengan mengklik ikon printing  di taskbar (bagian bawah kanan layar window.  
 


Gbr 9

Klik menu Printer, lalu pilih cancel all documents, lalu klik OK, maka komputer akan memutus dan membatalkan semua proses / kegiatan pencetakan.

Selamat mencoba.
 

Jumat, 07 September 2012

Enam Cara untuk mengakali Penundaan


Alfaqih Warsono

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kiriman rutin motivasi dari  Jason M. Gracia
(Pendiri, www.Motivation123.com)

Beliau memberikan nasihat, katanya :  Orang Spanyol memiliki pepatah, yaitu: "Besok seringkali menjadi
hari tersibuk dalam seminggu." Demikian kata sang pujangga Spanyol tersebut.

Kita semua seringkali menunda-nunda dalam sesuatu hal. Kita sering membuang waktu dan menunda dan sering lengah terhadap berbagai kesempatan yang membenatng di hadapan kita.
Lantai kantor dan rumah saya masih penuh dengan tumpukan kertas pengajuan dua bulan yang lalu. Saya sedang menunggu mereka untuk berhenti buang waktu dan mengajukan diri, katanya.

Apapun tugas dan apapun alasannya, tips di bawah ini akan membantu Anda untuk Anda bisa lakukan pada hari ini apa yang kebanyakan orang suka menundanya hingga bulan depan.

  1. Tanyakan pada diri sendiri, Apa termasuk orang yang suka menunda-nunda kesempatan?
    Orang terkadang menunda-nunda karena berbagai alasan.
    Ada yang karena takut gagal. Ada yang beralasan untuk menghindari pekerjaan yang
    membosankan. Ada pula yang karena untuk terhindar dari keterawud-awudan (misalnya, tumpukan kertas saya). Dengan mengetahui penyebab masalahnya, diharapkan dapat membuka mata Anda untuk mencari solusi yang jelas dan tepat.
  2. Apakah Anda perlu melakukannya? Pertanyaan sederhana, tapi itu sesatu yang baik. Kadang-kadang kita meletakkan sesuatu dengan tidak pernah diungkit-ungkit lagi karena itu mungkin dianggap tidak begitu penting. Jika Anda tidak benar-benar perlu untuk melakukannya, bebaskan diri dari beban mental dan tinggalkan tugas dari Anda untuk sementara waktu, tapi bukan untuk dirutinkan dan tidak pula untuk dijadikan alasan kemalasan.
  3. Meminta bantuan. Saya memiliki mekanisme jendela kuno yang mengambil upaya operator jembatan untuk membukanya. Secara mengejutkan, pada bulan lalu, jendela itu pecah. Dan seseorang harus memperbaikinya, namun saya berharap bahwa "seseorang" itu adalah bukan "aku". Jadi saya menundanya. Setelah berminggu-minggu menatap jendela tanpa benar-benar melakukan apapun, saya meminta seorang teman untuk membantu. Hal itu bukan hanya karena saya tidak memiliki keterampilan mekanik melaikna juga tidak terkoordinasi, saya tahu itu akan membuat saya ikut termotivasi karenanya.
  4. Komit hanya lima menit.
    Itu saja - hanya 300 detik.
    Katakan bahwa diri Anda hanya perlu melakukan sesuatu untuk beberapa waktu saja. Ini akan mampu mengubah pekerjaan besar menjadi masalah kecil: Lima menit? Saya bisa melakukan itu. Memang "memulai" adalah bagian yang paling sulit, namun ketahuilah bahwa setelah lima menit, Anda akan sering melakukannya terus laksana berselancar atau berkendara terus sampai ke finish.
  5. Fokus pada akhirnya.
    Berpikir tentang bagaimana Anda akan merasa ketika Anda telah melakukan apa saja yang perlu dilakukan dapat memotivasi Anda untuk mewujudkannya. Tidak banyak waktu seperti untuk mengatur, tapi saya senang diatur. Ini adalah apa yang saya fokus pada perasaan memiliki segalanya di tempatnya, bersih dan rapi,  ketika saya perlu menata sebuah ruang. Meskipun tumpukan kertas saya membuktikan bahwa saya memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Namun keter-fokusan pada akhir/tujuan akan membuat pekerjaan akan terselesaikan sesuai jadwal.
  6. Just do it. (Lakukan saja)
    Berhenti mengulur-ulur.
    Berhenti rasionalisasi. Berdiri, berjalan ke "zona bahaya" (yakni tugas-tugas kita yang memang harus diselesaikan), dan mulai bekerja. Pasti Anda bisa.