Minggu, 27 Maret 2011

HARI-HARI PENCIPTAAN MAKHLUK

Al Faqih Warsono




Tujuh hari dalam satu minggu yang kita kenal saat ini, sesungguhnya telah ditetapkan Allah ketika dalam awal penciptaan makhlukNya. Nama-nama hari itu mengikuti nama bilangan dalam Bahasa Arab, seperti Ahad = satu, Itsnain = dua, Tsulatsa (Tsalatsah) = tiga, Arbi’a (Arba’ah) = empat, Khomis (Khomsah) = lima, Jumu’ah (Jami’ah) = KUMPUL, Sabt (Sabi’ah) = tujuh.

Kedua, hari Jumat menjadi hari raya bagi kaum fakir dan miskin. Di hari itu mereka berkumpul berbahagia melaksanakan shalat Jumat di masjid-masjid, memenuhi undangan Allah SWT.

Ketiga, hari Jumat adalah hari keramat, pahala terkumpul. Ada saat pada hari itu dimana doa diqabulkan oleh Allah, shalawat diperbanyakkan, bacaan-bacaan Alquran diutamakan dibaca pada malam dan hari Jumat, seperti QS Al Kahfi, Yasin, Al Waqi’ah, Al A’la, Al Ghasyiyyah, Mu’awwidzatain, dll.

Keempat, dari hari-hari yang dilalui dalam beraktivitas, manusia diperintah untuk berhenti sejenak, guna berkumpul mengisi keimanan dan spiritual Islamnya dengan mendengarkan khutbah Jumat. Sesudah selesai mereka akan kembali kepada akitivtasnya semula.

Hari-hari dalam penciptaan makhluk Allah untuk pertama kalinya itu adalah :

Sabtu – hari penciptaan tanah/bumi (turbah = ardl) pada pertama kalinya.
Ahad - hari penciptaan gunung-gunung dan bukit di atas muka bumi ini.
Senin - hari penciptaan pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan berbagai bentuk.
Selasa - hari penciptaan perkara makruh (dibenci).
Rabu - hari penciptaan Nur (cahaya).
Kamis - hari penciptaan hewan melata
Jumat - hari penciptaan Adam as ( sesudah Asar di waktu akhir antara Asar dan malam/maghrib)

Rasulullah menyebut penciptaan bumi terlebih awal sebagai isyarat, bahwa hari seluruhnya berjumlah tujuh hari (Sabt). Dan penciptaan manusia paling akhir, setelah Allah menciptakan bumi, gunung, pohon, hokum, nur dan hewan. Ini menunjukkan bahwa Allah sebelum menciptakan manusia, terlebih dahulu menciptakan infra strukturnya. Logis memang, sebab bagaimana manusia akan diciptakan selama bahan pendukung kehidupannya belum diciptakan / belum ada?

Demikianlah Allah yang Maha Sempurna dari semua Kudrat dan IradatNya, mengatur scenario kehidupan di alam ini. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

You can give only good comments to what interest you