Selasa, 16 Februari 2010

PASANGAN

Oleh: Nono Warsono*

Kesepakatan

Disadari atau tidak bahwa semua yang ada di alam ini hampir seluruhnya berpasang-pasangan. Yang kita lihat, kita rasakan, pahami, pikirkan, bahkan termasuk jika kita mau yaitu buktikan. Jika tidak ketemu bahwa itu berpasangan mungkin, keterbatasan kemampuan kita mengungkapnya. Sebagai contoh ada: siang-malam, utara-selatan, barat timur, maghrib-masyriq, atas-bawah, langit-bumi, hitam-putih, tajam-tumpul, panjang-pendek, besar-kecil, benar-salah, mati-hidup, genap-ganjil, jauh-dekat, tua-muda, baik-buruk, pria-wanita, jantan-betina, dan ratusan bahkan ribuan pasang kata yang belum terungkap, termasuk dalam artikel ini.

Kalau dikatakan bahwa itu adalah soal kesepakatan bahasa (arbitary)aadalah benar adanya. Namun secara alami, manusia yang melakukan kesepakatan bahasa itu dengan tak berencana sama sekali melakukan pemasangan kata tersebut. Jelas di sini adanya kekuatan yang mampu mempengaruhi penetapan kesepakatan pasangan kata, yang manusia sendiri tak mampu melakukannya. Kekuatan itu adalah "Yang Maha Supra". Dia adalah Allah, Tuhan penguasa segala kekuatan, "Al Qawiy".

Disiplin Ilmu

Tuhan maha Pengasih dan Penyayang. Dia menurunkan inspirasi kepada makhluk bernalar "manusia", melakukan kesepakatan kata, berdasarkan bahasa yang juga disepakati dalam komunitasnya, sehingga timbul pasangan kata dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Cina, India, Melayu, dan lain-lain. Dari kasus ini maka akan timbul berbagai disiplin ilmu (Linguistik, astronomi, geografi, biologi, fisika, matematika, seni, budi pekerti/akhlak, fiqih, dll. Sebagai contoh: gejala pasangan siang-malam, langit-bumi, dll. akan melahirkan ilmu astronomi, fisika, biologi, geografi, matematika, dll; pria-wanita, jantan-betina, besar-kecil, hidup-mati akan melahirkan ilmu biologi, agama, fiqih, akhlak, dll. Jadi jelas sudah, semua semuanya sangat berkaitan erat dan berguna bagi manusia, yang menjadi pemakmur di muka bumi ini.

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika ternyata tak ada dan tidak bisa diungkapkan adanya pasangan. Maka maksud Tuhan agar dunia ini ramai tidak akan tercapai. Kehidupan tidak akan berkembang. Kehidupan akan menjadi statis. Mengapa? Karena Jika tidak ada pria-wanita, misalnya, maka tidak akan ada keturunan, tidak ada regenerasi, tidak akan ada motivasi dan tantangan. Lebih-lebih jika tidak ada pasangan "Hidup-Mati".

Implisitas Pasangan Dalam Ajaran Agama

Islam, termasuk agama-agama lain, dalam ajarannya menjelaskan adanya implisitas pasangan dan Tuhan penyebab adanya pasangan, serta hikmah di balik adanya pasangan. Dijelaskan di dalam beberapa ayat Al Quran tentang pasangan, antara lain:

1. إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ
(Sesungguhnya dalam penciptaan langit-bumi, pergantian siang-malam, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi Ulul Albab) (QS Ali Imran:190)

2. يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
(Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari pasangan laki-perempuan dan kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui) (QS Al Hujurat: 13)

3. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
(Allah--yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, mana yang lebih baik amalnya. Dialah Allah yang Maha Mulia lagi Pengampun) (QS AL Mulk;2)***


* Penulis adalah Guru SMP Negeri 1 Sindang, mahasiswa program pascasarjana (S-2) pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon (2009)



To:
makalah
puisi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

You can give only good comments to what interest you