Selasa, 01 Mei 2012

PETA MANUSIA MENUJU SURGA ATAU NERAKA

Alfaqih Warsono

HUMAN TRAVELS TO PARADISE OR HELL









PENJELASAN

  1. Dalam pembahasan ini, manusia (insan) dianggap sudah baligh, sehat akalnya, dan sudah tersentuh ajakan (tabligh) iman dan taqwa kepada Allah SWT.
  2. Manusia sebagaimana dalam nomor (1) di atas dipertemukan dengan wujud (adanya) Tuhan Allah SWT. Siapa Allah, siapa pula manusia, apa kaitannya antara Allah dan manusia, dan bagaimana sikap manusia terhadap konsekwensi akibat penciptaannya oleh Allah? Mengabdi atau mengingkari?
  3. Kafir (menjadi orang yang ingkar), tidak percaya dengan wujud (adanya) Allah, oleh karenanya tidak mau mengikuti perintahNya, tidak mengakui rasulNya, KitabNya, MalaikatNya, dll. Allah berfirman dalam QS ArRum[30]:44
    مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ “Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu;”

  4. Oleh karena ia kafir, ia tidak mengimani Allah, ia mencari Tuhan-tuhan lain yang dianggap mampu mendatangkan kebaikan padanya, yakni orang kafir itu (musyrik).

ذَلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ
Dalam QS Al Ghafir [40]: 012, Allah berfirman: Yang demikian itu adalah karena kamu kafir jika hanya Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusannya adalah ada pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar (AnNisa [4] : 048)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman, QS Al Baqarah [2]: 6.
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya", (QS ALI IMRAN [3]:12)

Kecuali jika mereka mau masuk ke Islam dan mengimani Allah, mereka termasuk yang diberi petunjuk, seperti  firman Allah dalam QS Ali Imran[3] :20.
فَإنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ وَالأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُواْ فَقَدِ اهْتَدَواْ وَّإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Dan FirmanNya (QS AzZumar [39]: 037):
وَمَن يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انتِقَامٍ
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?

  1. Neraka adalah tempat kemabli yang terburuk bagi para pendurhaka dan ingkar kepada Allah SWT sebagaimana digolongkan pada nomor (4) di atas. Neraka itu api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan (Al Humazah [104]:6), api yang sangat panas (Al Ghasyiyah [4]:4) dan (AlQariah [101]:11), api yang menyala-nyala (Al Haqah [69]:31), api yang tidak meninggalkan dan tidak membiarkan dan pembakar kulit manusia (Al Mudatssir [74]:28-29), api yang ditutup rapat (Al balad [90]: 20).

  2. Diantara manusia ketika dihadapkan pada keimanan kepada Allah, ada yang kafir (lihat no. 4) ada pula yang beriman (Mu’min). Beriman, jika tidak dibarengi dengan amal shalih (termasuk shalat), maka tidak berguna keimananannya. Oleh karena itu, keimanan harus ditopang dengan amal shalih (keislaman)

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.. (QS Al Baqarah [2]: 82)

  1. Muslim (orang Islam, yakni orang yang mengamalkan amal shalih setelah beriman). Kita kitak cukup dengan iman tanpa Islam. Allah SWT berfirman :
قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS Al Hujarat [49]: 14)

Muslim berarti menerima konsekwensi melaksanakan rukun Islam sesuai dengan petunjuk Allah melalui kitabNya (Al Quran) dan sunnah RasulNya. Itulah Amal shalih.
وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ
“dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), (QS ArRum [30] :44)

  1. Namun demikian, ternyata setelah menjadi muslim, tidak serta merta taat, ada juga yang kemudian pindah agama lagi (murtad). Orang ini tergolong kafir, kecuali jika ia kembali kepada keimanan (mumin). Allah berfirman :
مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَـكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْراً فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar, (QS An Nahl [16] : 106)
Dan firmanNya dalam QS Ali imran[3] : 090:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُواْ كُفْراً لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الضَّآلُّونَ
Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

  1. Ada juga yang tetap Islam, hanya saja ia suka melakukan kedurhakaan (maksiat) kepada Allah SWT (muslim ‘ashy), jarang melakukan shalat (sholat dipilih sesuai kesukaannya, melaksanakan sholat Jumat tapi tidak melaksanakan sholat Asar atau Isya), melakukan amal shalih untuk riya (dilihat orang), malas ibadah, senang melakukan yang dilarang (haram). Allah menyebut golongan ini dengan sebutan “orang yang menganiaya diri sendiri”.
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (QS Fathir [35] :32)
Orang yang bermaksiat, jika tidak melakukan taubat, maka ia akan tergolong pelaku “kaba-ir (dosa besar)” dan disiksa di neraka Allah. Jika ia taubat, dilihat apakah akan kembali maksiyat setelah taubat, ataukah menjadi taat kepada Allah.

  1. Orang yang gemar melakukan maksiat, akan menjadi ingkar (kafir) karena kemaksiatannya dan tidak mau insyaf lalu ia mati dalam keadaan penuh maksiat / kafir, maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللّهِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. (QS Albaqarah [2]: 161)

  1. Jika ia bertaubat (muslim ta-ib), maka dilihat apakah ia akan kembali maksiyat atau taat (muslim ‘athy). Jika taat (‘athy), maka parameternya adalah ia harus istiqamah dengan iman dan taqwanya. Itulah orang yang benar-benar taubat dan pasti Allah akan menerima taubatnya. FirmanNya :
إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَبَيَّنُواْ فَأُوْلَـئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS AlBaqarah [2]: 160)

  1. jika ia menjadi muslim athy (taat) kemudian ia menjadi muttaq (taqwa) dan mushlih (berbuat kebaikan), maka ia ia termasuk orang yang mendapat ridho Allah dan dimasukkan ke surga.
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar (QS An Nisa[4]: 13)

  1. Muttaq (orang yang yang taqwa) dan tetap dalam ketaqwaannya dibalut dengan ketaatan kepada Allah SWT adalah orang yang akan mendapat naungan surga yang penuh dengan kenikmatan.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. (QS Al Mursalat [77]: 041)

  1. Mushlih (orang yang berbuat kebaikan) akan mendapat balasan surga dari Allah. Orang muslih yang dimaksud adalah siapapun yang berbuat kebaikan, hasil pikir dan karyanya bermanfaat bagi kebaikan orang lain setelah ia berpegang teguh dengan keimanan kepada Allah.
Rasulullah bersabda :
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi orang banyak.

Banyak ayat qouliyah yang menegaskan bahwa kata “orang yang berbuat baik” disebut setelah kata “orang yang beriman”, lihat QS Al Ashr [103]:3, QS Al Bayyinah [98]:7,  QS At Tiin [95] : 6, QS Al Buruj [85]: 11, QS Al Insyiqaq [ 84]: 25, QS At Talaq [65]: 11, QS Al fath [48]: 29, QS Muhammad [47]: 2 dan 12, QS Al Jatsiyah [45]: 21dan 30, QS As Syura [42]: 22 dan 26, QS Fusshilat [41]: 8, QS Al Ghafir [40]: 58, QS Shad [38]: 24 dan 28, QS Fathir [35]: 7, QS Saba [34]:4, QS As Sajdah [32]: 19, QS Luqman [31]: 8, QS Rum [30]: 15 dan 45, QS Al Ankabut [29]:7,9, dan 58, QS As Syu’ara [26]:227, QS An Nur [24]: 55, QS Al Hajj [22]: 14, 23, 50, dan 56, QS Maryam [19]: 96, QS Al Kahfi [18]: 30 dan 107, QS Isra [17]: 9, QS Ibrahim [14]: 23, QS Ar Ra’d [13]: 29, QS Hud [11]: 23, QS Yunus [10]: 4 dan 9, QS Al A’raf [7]: 42, QS Al Maidah [5]: 9 dan 93,  QS An Nisa [4]: 57, 122, 124, dan 173, QS Ali Imran [3]: 57, QS Al Baqarah [2] : 25, 82, dan 277. Dengan banyaknya ayat yang meng-eksplisitkan “beriman” dan “beramal shalih” menunjukkan betapa pentingnya keimanan sebagai syarat diterimanya “amal shalih” di sisi Allah SWT. Allah berfirman :
فَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ
Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya. (QS Al Anbiya [21]: 94)

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An Nahl [16]: 97)

  1. Jannah (surga), merupakan tempat kembali yang terbaik yang disediakan bagi hamba-hamba Allah yang bertaqwa, yang beriman, yang beramal shalih. Surga merupakan bentuk “rahim (sayang)” Allah yang dijanjikan, karena Allah tidak akan pernah ingkar janji.  Allah berfirman menirukan ucapan orang shalih :
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS Ali Imran [3]: 9)

Kamis, 15 Maret 2012

11 Super Simple Motivation Tips

11 Tips-tips Motivasi Sederhana yang super
Alih bahasa oleh : Alfaqih Warsono

 
Pikir Anda mungkin menikmati beberapa ol 'tips motivasi yg baik hari ini. Apapun tujuan atau mimpi Anda, tips di bawah akan membantu Anda membuatnya menjadi lebih cepat daripada nanti.
1. Waktu Tunggu Telah Usai
'' Saya akan memulai ketika anak-anak diluar sekolah''. "Saya akan melakukannya ketika anak-anak kembali ke sekolah." '' Saya akan menunggu sampai waktunya tepat. " Waktu dan situasi tidak akan pernah menjadi sempurna. Menunda tujuan dan impian Anda sampai semuanya berada pada tempatnya,  mungkin membuat Anda menunggu selama sisa hidup Anda. Waktu terus bergerak bahkan meski Anda tidak. Jika Anda memiliki kemampuan untuk mulai bekerja pada tujuan Anda hari ini, jangan menunggu sampai besok.
2. Orang telah melakukan lebih banyak, dengan apapun yang hanya sedikit
Ingatlah hal  ini setiap kali Anda merasa seperti kartu ditumpuk menantang Anda, atau Anda tidak memiliki apa yang diperlukan untuk membuatnya. Anda tidak hanya memiliki apa yang diperlukan, tetapi Anda kemungkinan besar memiliki lebih dari apa yang ribuan orang sukses lain miliki sebelum Anda. Dengan jauh lebih sedikit dari apa yang kita nikmati saat ini, orang telah menciptakan kehidupan, kesehatan, kekayaan, kesuksesan, dan kebahagiaan.
3. Motivasilah Orang lain
Bila Anda membantu orang lain, mereka pada gilirannya akan membantu Anda. Jika seorang teman atau anggota keluarga yang membutuhkan sedikit motivasi, membuat tujuan pribadi Anda untuk membantu mereka mencapai kesuksesan. Memotivasi teman Anda akan membantu Anda untuk belajar tentang motivasi dari seluruh sudut
pandangan yang berbeda.

4. Tulislah Alasan-alasan Anda
Buatlah daftar tertulis dari alasan yang biasa Anda gunakan untuk tidak melakukan sesuatu yang seharusnya Anda lakukan, atau ingin lakukan. Pada saat ini tidak masalah jika hal -hal itu sah atau hanya alasan. Pikirkan semua bidang kehidupan Anda: kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Jika Anda tidak bekerja serajin yang seharusnya, apa alasan Anda?
5. Mengapa Semuanya tidak Bekerja?
Selanjutnya setiap item pada daftar Anda, brainstorming-lah untuk menemukan solusi. Misalnya, jika Anda tulis bahwa Anda menunda tujuan Anda karena Anda memiliki pekerjaan penuh waktu, Anda bisa menulis bahwa Anda masih memiliki lima sampai enam jam per malam untuk mengerjakan tugas-tugas Anda setelah bekerja. Beberapa alasan sebenarnya valid. Selanjutnya terhadap barang-barang ini, tuliskan bagaimana Anda akan bekerja mengatasi hambatan tersebut.
6. Jadikan sebuah Game
Buatlah tugas atau tugas-tugas ke dalam permainan. Permainan biasanya menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Tip ini bekerja terutama baik dengan tugas yang lebih kecil seperti bangun tidur lebih awal, membersihkan rumah, atau mencuci mobil. Ketika Anda menghadapi situasi seperti ini, buatlah permainan  dan bersenanglah. Lihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk membersihkan ruang tertentu. Cobalah untuk mengalahkan waktu Anda di kamar sebelah. Game sederhana seperti ini akan membantu Anda memulai dan memungkinkan Anda untuk menyelesaikan ratusan tugas dan pekerjaan rumah.
7. Notepad
Anda

Bawalah buku catatan kecil ke manapun Anda pergi. Ide-ide dan pikiran
besar melompat masuk dan keluar dari pikiran Anda setiap menit. Untuk membuat yang terbaik dari ilham-ilham ini, catatlah ia dalam buku catatan kecil. Pada akhir hari, halaman masuk melalui notebook Anda untuk menguraikan ide, atau menghilangkannya beberapa. Anda tidak pernah tahu apa yang Anda akan dapat datang dengan ketika pikiran-pikiran utama yang ditangkap di atas kertas.
8. Giving-Up Goals
Beritahu teman Anda tentang
memberi-up gol. Ini adalah hal yang Anda tidak ingin lagi melakukannya, Anda menyerahkan sesuatu. Merokok, makan berlebihan, menunda-nunda dan sumpah adalah contoh Giving-up goal. Jenis tujuan ini adalah baik untuk berbagi dengan semua orang. Teman dan keluarga Anda tidak akan membiarkan Anda pergi dengan sering melanggar kata-kata Anda sendiri, jadi berbagilah jenis tujuan ini dengan mereka sebanyak yang Anda bisa.
9. Going-up
Beritahu teman dekat dan anggota keluarga tentang
tujuan  going-up Anda. Mendapatkan promosi adalah tujuan going-up. Ketika Anda berbagi tujuan dengan rekan kerja dan teman-teman, mungkin akan hilang karena membual atau menjadi kompetitif. Ketika Anda berbagi tujuan dengan anggota keluarga dekat, Anda akan menerima dukungan dan motivasi yang Anda butuhkan.
10. Bagaimana Mereka Melakukannya?
Mintalah orang dalam kehidupan Anda langkah
apa yang mereka ambil untuk mendapatkan motivasi. Setiap individu memiliki cara sendiri untuk mendapatkan bersemangat tentang sesuatu. Jika Anda tidak bertanya kepada mereka, Anda tidak akan tahu rahasia apa  yang mereka simpan. Setelah belajar tentang tips mereka, Anda dapat menawarkan beberapa tips-tips Anda sendiri.
11. Buatlah Komitmen verbal
Menjaga kata Anda kepada orang lain adalah penting. Karena itu, komitmen verbal untuk tujuan Anda adalah cara terbaik untuk meningkatkan motivasi Anda. Jika Anda tahu bahwa orang lain menyadari dedikasi Anda, Anda akan menjadi mudah teralihkan dari kursus awal Anda.



Versi Bahasa Inggris (English Version) :

Thought you might enjoy some good ol' motivation tips today. Whatever your goals or dreams, the tips below will help you make them happen sooner rather than later.

1. The Time to Wait is Over

''Ill get started when the kids are out of school.''  ''Ill do it when the kids go back to school.' ''Ill wait until the time is right.' The time and situation will never be perfect. Putting off your goals and dreams until everything is in place may leave you waiting for the rest of your life. Time keeps moving even if you do not. If you have the ability to begin work on your goals today, don't wait until to-morrow.

2. People Have Done More, With Less

Remember this every time you feel like the cards are stacked against you, or you don't have what it takes to make it. You not only have what it takes, but you most likely have more than what thousands of other successful people had before you. With much less than what we enjoy today, people have created lives of health, wealth, success, and happiness.

3. Motivate Others

When you help others, they will in turn be helping you. If a friend or family member is in need of a little motivation, make it your personal goal to help them achieve success. Motivating your friend will help you to learn about motivation from a whole different view- point.

4. Write Out Your Excuses

Make a written list of the reasons you normally use for not doing something that you should, or want to, do. At this time it doesn't matter if they are legitimate or simply excuses. Think of all the areas of your life:  health, wealth, happiness, and success. If you are not working as diligently as you should be, what's your reason?

5. Why Don't They Work?

Next to each item on your list, brainstorm for solutions. For example, if you wrote down that you put off your goal because you have a full- time job, you could write that you still have five to six hours per night to work on your tasks after work. Some reasons are actually valid. Next to these items write out how you are going to work around these obstacles.

6. Make it a Game

Make chores or tasks into a game. Games are fun, challenging, and otivating. This tip works especially well with smaller tasks such as getting out of bed early, cleaning the house, or washing the car. When you face a situation like this, make a game out of it and have fun. See how long it takes you to clean a certain room. Try to beat your time in the next room. Simple games like this will help you get started and allow you to complete hundreds of tasks and chores.

7. Your Notepad

Carry a small notepad with you wherever you go. Great ideas and thoughts jump in and out of your mind every minute. To make the best of these revelations jot them down in a small notebook. At the end of the day, page through your notebook to elaborate on ideas, or eliminate some altogether. You never know what you'll be able to come up with when those key thoughts are captured on paper.

8. Giving-Up Goals

Tell your friends about your giving-up goals. These are things that you no longer wish to do, you are giving something up. Smoking, over- eating, procrastinating and swearing are examples of giving-up goals. These types of goals are great to share with everyone. Your friends and family won't let you get away with breaking your word very often, so share these types of goals with them as much as you can.

9. Going-Up

Tell close friends and family members about your going-up goal. Getting a promotion is a going-up goal. When you share these goals with co-workers and friends, it may come off as bragging or being competitive. When you share these goals with close family members you will receive the support and motivation you require.

10. How Do They Do It?

Ask the people in your life what steps they take to get motivated. Each individual has their own way of getting excited about something. Unless you ask them, you'll never know what secrets they keep. After learning about their tips, you can offer some of your own.

11. Make Verbal Commitments

Keeping your word to others is important. Because of this, verbal commitments to your goals are a great way to increase your motivation. If you know that other people are aware of your dedication, you won be easily sidetracked from your initial course.

Enjoy your Wednesday!

Naskah asli oleh :

Jason M. Gracia
Author, Shifting the Balance
Founder, www.Motivation123.com